Jumat, 20 November 2009

Kata "Sempurna"

Kata "sempurna" bertebaran dimana-mana dan tidak dimonopoli atas suatu bangsa-bahasa-produk-dll. Hanya saja menurut saya penggunaannya yang kurang tepat. Kata sempurna menurut saya lebih mengarah ke kata sifat dan bersifat mutlak. Sebagai muslim, sifat sempurna hanya dimiliki oleh Sang Khalik. Dan tidak ada suatu makhluk ciptaannya yang memiliki kesempurnaan sebagaimana yang dimiliki-Nya.
Bagaimana dengan penggunaan kata "sempurna" ini. Kata kita masih dalam suasana senang hadirnya Windows 7, maka produk ini akan saya pakai sebagai contoh. Windows 7 hadir sebagai produk yang menyempurnakan produk sebelumnya yaitu Windows Vista. Apakah Windows 7 sekarang ini suatu produk yang sempurna?
Apakah nanti dijamin tidak akan ada SP1-SP2-SP3 seperti produk sebelumnya?
Lalu dimana letak kesempurnaannya?
Demikian juga contoh akan kehadiran Snow Loepard 10.6. Kata sempurna atau perfection juga hadir dalam berbagai kesempatan atau artikel di majalah dsb. Apakah yakin ini produk yang sempurna?
Sempurna melekat akan sifat yang langgeng dan tidak berubah sampai kapan pun alias ajeg. Kalau pada suatu masa akan ada revisi atau perbaikan atau penyempurnaan, lalu dimana letak sempurnanya?
Kita beralih ke iklan produk kosmetik yang luar biasa "menggebu-gebu" mampu menghilangkan (tanda) penuaan dini. Lalu produk tersebut disempurnakan dengan serum terbaru dan telah teruji oleh para pakar di laboratorium. Kemudian produk tersebut hadir dengan lanjutannya dimana serum tersebut "disempurnakan" sehingga lebih ampuh.
Dimana kesempurnaan itu?
Contoh satu lagi akan produk minuman kesehatan atau susu formula (baik untuk bayi-balita-hingga manula). Sudah berapa produk yang meng-klaim produk mereka sempurna hingga akhirnya muncul produk baru dimana penyempurnaan dari produk lama.
Sempurna?
Think again.
Kesimpulan saya penggunaan kata "sempurna" lebih dikaitkan akan bahasa penjualan sehingga mempengaruhi emosi konsumen. Hanya saja banyak yang tidak sadar bahwa tidak ada yang sempurna atas hasil karya manusia.
Jadi, sudah memiliki kata sebagai pengganti "sempurna" ini?

Selasa, 10 November 2009

Pertanyaan Populer Seputar NPWP

Menyambung tulisan saya pada bagi-bagi e-book e-registration, kali ini saya menampilkan pertanyaan populer seputar NPWP. Berikut beberapa pertanyaan populer tersebut :
  1. Perlu gak sih memiliki NPWP?
  2. Istri bolehkah memiliki NPWP?
  3. Bolehkah memiliki NPWP lebih dari satu?
  4. Keuntungan memiliki NPWP.
  5. Hak dan kewajiban setelah memiliki NPWP.
  6. Bisakah membuat NPWP online?
  7. Apakah syarat membuat NPWP sulit?
Seluruh pertanyaan populer tersebut Insya Allah akan terjawab pada buku saya yang terdapat pada taut tersebut di atas. Semoga bermanfaat.

Kamis, 05 November 2009

OS Terbaru : Ubuntu 9.10

Ini dia OS terbaru dari Ubuntu yaitu Ubuntu 9.10.
Di tengah hingar-bingarnya kemunculan Windows 7 dan Snow Leopard, sepertinya kehadiran Ubuntu 9.10 "tertelan bumi". Berita kehadiran Ubuntu 9.10 juga kurang disambut dengan gempita oleh produsen pc-laptop-netbook ternama walau platform ketiganya sudah tersedia di berbagai saluran download.

Masyarakat yang mengikuti perkembangan operating system sangat menanti-nanti kehadiran
Windows 7 pada pameran terbesar di Jakarta beberapa waktu lalu. Windows 7 digadang-gadang lebih baik dari Windows Vista apalagi versi sebelumnya. Terus terang saya sendiri tidak antusias mengikuti perkembangan Windows ini semenjak pengembangan Windows XP - XP SP1 - XP SP2 - XP SP3.
Lain halnya dengan rilis MacOS 10.6 Snow Leopard yang demikian berlimpah fitur dengan aplikasi bawaan yang sudah siap pakai dan berstandard komersil. Coba kita bandingkan dengan Windows (berapapun versinya), apakah sudah disertakan aplikasi perkantoran? Atau aplikasi pemutar multimedia yang sudah siap pakai? Dan lain-lain.

Selain memusatkan perhatian saya akan perkembangan Macintosh, saya juga memperhatikan perkembangan GNU/Linux. Distro GNU/Linux yang mencuri perhatian saya adalah SUSE Linux Enterprise Desktop (SLED) 11 dan Ubuntu 9.04. Kenapa saya memperhatikan SUSE? Karena awal perkenalan saya dengan GNU/Linux adalah SuSE 9.1 dan terus berlanjut hingga openSUSE 11. Namun karena SLED merupakan distro komersil alias berbayar (dengan jumlah yang lumayan), maka saya lebih memilih Ubuntu 9.04 atau lebih tepatnya Linux Mint 7. Toh tetap saja walau berbeda distro, sumbernya sama yaitu kernel. Yang membedakannya hanyalah kemasan dan aplikasi yang disertakan. Untungnya kebutuhan harian saya sudah terakomodir dengan aplikasi bawaan Linux Mint 7. Apakah dengan kehadiran Ubuntu 9.10 menggoda saya untuk segera mencicipinya?
Sayangnya tidak.
Mengingat banyaknya data dan aplikasi yang sudah berjalan sungguh sayang kalau itu semua dikorbankan. Kenapa?
Siapa yang bisa menjamin kalau aplikasi sebelumnya pada Ubuntu 9.04 bisa berjalan normal setelah melakukan upgrade ke 9.10?
Pilihan saya adalah tetap menggunakan versi 9.04 hingga masa dukungannya habis (rata-rata 2 tahun, kemungkinannya hingga bulan April tahun 2011) dan siap melakukan upgrade besar-besaran. Untuk update aplikasi sangat mudah, tinggal menuliskan "mantra" ajaib, walah, aplikasi telah ter-update.
Ubuntu 9.10 saya rekomendasikan bagi para calon pengguna GNU/Linux baru (istilahnya newbie) maupun untuk pengguna harian yang serius (saya menggunakan Ubuntu untuk pekerjaan sehari-hari). Kemudahan penggunaan dan tata letak yang semakin cantik jelas merupakan daya tarik yang sangat kuat. Untuk masalah keamanan? Come on. Memangnya Linux ini apa?

Berikut sebagian kecil informasi dari Ubuntu 9.10 :

  1. Desktop environment menggunakan GNOME 2.28;
  2. Web browser Firefox 3.5.3 (bisa juga ditambahkan dengan aplikasi lain seperti Opera 10);
  3. OpenOffice.org versi 3.1 (walau pada saat tulisan ini dibuat versi 3.1.1 sudah dirilis);
  4. Aplikasi pemutar multimedia Rhythmbox 0.12.5;

Sumber :
  1. http://www.ugos.ugm.ac.id/main/2009/10/30/ubuntu-9-10-karmic-koala-release/comment-page-1/#comment-6948
  2. http://www.omgubuntu.co.uk/2009/10/ubuntu-910-review-karmic.html

Rabu, 14 Oktober 2009

Teknologi Radio CB Masih Digjaya

Tulisan ini berdasarkan ilham sewaktu menyaksikan acara e-lifestyle di Metro TV, hari Minggu tanggal 11 Oktober 2009 pukul 09.00 WIB. Narasumbernya Bpk. Onno Purbo menyangkut masalah Gempa Padang dan teknologi Peta yang dikreasikan oleh Beliau. Ada satu pernyataan yang menarik masalah Gempa Padang yaitu Beliau mengandalkan informasi dari Radio CB dari organisasi ORARI. Informasi tersebut diandalkan karena perangkat komunikasi seluler yang ada di Kota Padang lumpuh.

Mengingat Radio CB (mirip-mirip Interkom gitu deh) jadi ingat masa kecil saya karena ada tetangga yang menjadi anggota ORARI lengkap dengan antenanya yang menjulang di dekat rumahnya. Tak lama kemudian demam interkom melanda seluruh warga kompleks, bahkan salah satu rekan saya bertemu jodohnya di dunia kabel interkom. Hehehe...

Kembali masalah Radio CB, sudah pernah menyaksikan film Die Hard 4.0 ?
Di film tersebut Amerika terkena serangan Fire Sale, pemeran utamanya Bruce Willis dan Justin Long, oleh kelompok teroris. Sehingga kondisi negara dibuat lumpuh total. Ada satu scene di film tersebut dimana diucapkan oleh Warlock, hacker legendaris di film tersebut, disaat dunia kembali ke zaman batu (artinya kondisi telekomunikasi yang difungsikan oleh komputer lumpuh), Radio CB adalah satu-satunya andalan untuk berkomunikasi.

Saya pikir ucapan pada film tersebut hanya bisa-bisanya si pembuat naskah. Ternyata sewaktu Bpk. Onno Purbo mengandalkan informasi dari Radio CB dalam masalah Gempa Padang, saya jadi sadar. Ternyata memang betul Radio CB merupakan alat komunikasi yang handal di kondisi komputer tidak berdaya.
Film Die Hard 4.0 salah satu dari sekian judul film favorit yang sering saya ulang untuk menontonnya.

Kamis, 08 Oktober 2009

Ada Apa Dengan Situs Rekrut PT Kereta Api ???


Silakan pembaca menuju situs http://rekrut.kereta-api.com/, silakan menilai sendiri.
Selama satu jam lebih saya mencoba mengakses situs tersebut, hasilnya sungguh lambat luar biasa. Untuk registrasi ?? Wuih.
Memang akhirnya bisa juga registrasi untuk keponakan yang hendak mendaftar setelah berjuang dengan waktu dan pulsa.
Sudah seharusnya pihak PT KA memperbaiki hal ini.

Selasa, 06 Oktober 2009

Install e-Buddy 1.4.1 dan Phonesuite Asiafone AF903

Pada menu Asiafone link, eBuddy Beta Version sudah disertakan pada AF903 selain Facebook Mobile dan Push e-mail. Perkembangan terakhir eBuddy ini memasuki versi 1.4.1 dan bukan lagi versi Beta (uji coba). Untuk bisa langsung download dan install aplikasi eBuddy langsung saja gunakan AF903 melalui aplikasi Opera Mini 4.2 atau defaultnya (WAP dan Opera 3.1.1).
Klik link yang sudah disediakan di atas, begitu file yang dimaksud sudah muncul klik Open.

Jangan khawatir setelah klik tombol Open tidak bereaksi apapun, Keluar dari Opera (quit aplikasi). Begitu keluar dari Opera, arahkan file installer ke SD Card jangan ke Phone book. Proses install akan berjalan, selanjutnya buat account eBuddy. Tidak usah takut akan muncul peringatan Low Memory pada tahapan ini.

Setelah keluar akibat peringatan Low Memory, Masuk ke Aplikasi Java yang ada di Asiafone Link. Maka akan terlihat aplikasi eBuddy terbaru. Silakan mencoba aplikasi eBuddy yang terbaru. Akibat "sesaknya" memory SRAM AF903 (64 Mb), loading awal sangat lama terasa. Demikian juga sewaktu browsing. Bagaimana nih dengan pihak Asiafone ???

Untuk yang membutuhkan Phonesuite AF903 silakan download melalui link yang disediakan. Besarannya 20Mb dan fiturnya sangat terbatas. Phonesuite ini tetap dibutuhkan untuk kepentingan menggunakan AF903 sebagai modem pada Laptop-PC-Netbook-dll.

Installer Phonesuite AF903.













Tampilan awal Phonesuite AF903













Penggantian bahasa Phonesuite AF903. Pilih bidang kosong sesuai gambar di samping.













Klik Yes untuk pengubahan bahasa.








Bahasa sudah berubah menjadi Inggris.













Untuk fungsi sebagai modem, pada bagian Connectioan (seperti lambang zip) klik tabulasi Create Connection. Penggunaan modem hanya terbatas pada SIM Card 1 saja, jadi sebelumnya silakan periksa setingan internet pada WAP dan Java Setting (Asiafone Links).

Semoga bermanfaat.

Kamis, 01 Oktober 2009

Bagi-bagi e-Book e-Registration

Saya berniat membagikan e-book e-Registration hasil karya pribadi dalam rangka membantu Direktorat Jenderal Pajak mensosialisasikan perolehan NPWP secara on-line. Sebenarnya fasilitas ini sudah disediakan sejak lama oleh Ditjen Pajak pada situs www.pajak.go.id.

Terima kasih khusus kepada :
  1. Mas Wikantyo (thank's a lot);
  2. Rukhiyadin;
  3. Pak Didik Agung S;
  4. Pak Agus Suharsono;
atas bantuan selama penyusunan e-book ini.

File bisa diperoleh hanya di sini.

Sabtu, 19 September 2009

ASIAFONE : PROBLEM SOLVED

Pada postingan asiafone sebelumnya menyangkut kelebihan dan kekurangan produk. Kali ini memfokuskan pada pemecahannya. Solusi atas restart yang sering terjadi adalah segera lakukan update software. Untuk melihat versi software yang terdapat pada perangkat AF903, silakan ketikkan *#8375#, walah, informasi segera keluar.
Berikut informasi yang tertera pada layar :

[VERSION] ELT25.W01_256.HW11.V20.YF.CN

[BRANCH]: GEMINI
[BUILD]: BUILD_NO SERIAL #: MT012345678901234567
[BUILD TIME] 2009/08/28 11:26

Update software hanya bisa dilakukan pada Service Center Asiafone di masing-masing kota, dan GRATIS. Yang hanya dibawa yaitu ponsel Asiafone saja. Pelayanan dari pihak Service Center sangat kooperatif dan cepat tanggap. Hanya dalam waktu 5 menit, update software selesai dilaksanakan. Untuk Kota Bandung dan sekitarnya, service center ada di Lantai 3 Food Court Bandung Electronic Center (BEC), nomor telepon 022-4208426/4204521.
Pada saat tulisan ini dibuat, versi software AF903 sudah masuk ke V23 (lihat perbandingannya pada version di atas). Patut disayangkan memang kenapa pada saat saya membeli produk tersebut tidak diberitahu untuk segera melakukan update software. Atau dari pihak vendor Asiafone segera melakukan update software sebelum menjualnya.
Apakah setelah melakukan update software masalah restart ponsel masih terjadi?
Jawabnya tidak.
Hanya saja restart aplikasi pada web browser WAP masih bisa terjadi dan aplikasi ini paling ringkih diantara Opera Mini 3.1 (turut disertakan out of the box) dan Opera Mini 4.2 (install sendiri).
Seperti biasa penyebabnya adalah low memory.
Kalau kita melihat spesifikasi AF903 pada situs ini, memory 64 Mb (SRAM) seharusnya sudah mumpuni untuk urusan browsing maupun game standard.
Saya tidak bisa menggunakan Opera Mini 5 Beta karena terkait dengan low memory (yang seharusnya tidak terjadi untuk memory SRAM 64 Mb).
Kelemahan terakhir yang masih saya temukan adalah penulisan karakter yang terbatas. Karakter dibatasi 220 karakter. Ini sangat mengganggu untuk urusan penulisan blog atau penulisan komentar pada facebook atau blog lain yang melebihi 220 karakter.
Untuk pengaduan masalah ini sayangnya tidak diakomodir pada situs resmi Asiafone selain hotline
021-63863555.
Saya lebih senang kalau ada pihak Asiafone membaca tulisan ini dan segera melakukan penanggulangannya.

Selasa, 08 September 2009

Mac4Lin Final Edition

Aplikasi menyerupai Flyakiteosx

Pada tulisan saya jauh di belakang pernah menyinggung masalah aplikasi Mac4Lin. Aplikasi ini menyerupai aplikasi flyakiteosx untuk Windows. Kali ini saya mengangkat masalah aplikasi yang sama namun pembedanya pada versi Final (kalau dulu masih tahap uji coba).

Tahap final Mac4Lin cukup terasa bedanya dengan versi terdahulu. Setelah proses install selesai perubahan theme pada lingkungan GNOME Linux Mint 7 (based Ubuntu 9.04) langsung terasa. Nuansa abu-abu khas Macintosh Leopard (10.5) bertebaran dimana-mana. Tampilan login mengikuti tampilan Apple yang sangat menarik. Tombol Close-Minimize-Maximize secara otomatis pindah ke sebelah kiri mengikuti Mac.

Tata cara install aplikasi ini sangat mudah. Pertama download dulu aplikasi pada link yang saya sertakan di atas. Setelah itu ekstrak pada bagian home seperti cara pada Windows, klik kanan pilih extract here. Aktifkan terminal pada Start - Accessories - Terminal.

Ketik pada terminal $ cd /home/[user]/Mac4Lin_install_v1.0
Ketik $ sudo sh Mac4Lin_Install_v1.0.sh; setelah selesai
Ketik $
sh Mac4Lin_Install_v1.0.sh (ingat, tanpa sudo).
Lihat perubahan yang terjadi, lalu restart PC.
Maka nikmati tampilan Macintosh Leopard sejak login, namun belum merubah bootsplash menjadi gambar apel tergigit.

Untuk GNOME Global Menu versi terbaru menginjak 7.7 beta, jadi masih jauh bila bicara versi stabil atau final seperti Mac4Lin. Setelah saya mencoba, GNOME Global Menu belum berlaku untuk sebagian aplikasi seperti Firefox - Terminal - OpenOffice - dll. Lihat daftar kecocokan pada situs Google di atas.

Walau belum bisa menghadirkan 100% nuansa Macintosh Leopard, 70% sudah pasti terasa. Khusus untuk logo Apel pada fungsi start, memang belum disediakan secara default layaknya Flyakiteosx Windows (menyerupai Mac Tiger). Tapi kalau kita menghendaki 100% Macintosh, mending install Hackintosh atau beli saja produk Apple. Berarti kita masih belum pede menggunakan GNU/Linux.

Catatan untuk pengguna Linux Mint 7, install Global Menu terasa merepotkan. Beda kalau kita menggunakan Ubuntu atau turunannya yang masih menyediakan Software Source. Pada Linux Mint 7, kita masih harus download AWN - file repo multimedia - libnotify - acroread - Google Earth - Cheese - Opera - Flash Player Plugin - devede.

Aplikasi Mac4Lin saya rekomendasikan untuk dicoba oleh pengguna GNU/Linux.

Kamis, 03 September 2009

Install Opera Mini 4.2 di Asiafone

Pada artikel saya sebelumnya pada kekurangan ponsel Asiafone tertulis kalau tidak bisa upgrade web browser ke Opera Mini 4.2 (defaultnya 3.1.1). Namun manusia terkenal akan sifat kreativitasnya. Berdasarkan semangat pantang mundur dan tekanan akan ketidakpuasan Opera Mini 3.1.1 yang sudah ada, saya berhasil install Opera Mini 4.2 pada ponsel tersebut.

Kegagalan demi kegagalan yang saya peroleh sebelumnya karena mengandalkan Opera Mini 3.1.1 yang memang lebih cepat dibanding web browser WAP. Walau lebih cepat ternyata tidak bisa digunakan untuk proses upgrade. Setelah saya menggunakan web browser WAP dan terhubung ke situs Opera, segera proses download dan install aplikasi terlaksana.

Yang perlu diperhatikan selama proses ini, situs yang kita kunjungi akan memperingatkan bahwa Java yang digunakan pada Asiafone adalah versi generic (OpenJDK Java), bukan versi java yang sebenarnya seperti pada Sony Ericsson - Nokia - Motorola - dll.

Apa yang menjadi dasar kesimpulan saya atas versi Java ini ?
Mudah. Dimulai dari logo Java dan OpenJDK itu sendiri yang sangat jauh berbeda. Seperti kita tahu kalau logo Java berupa "cangkir yang mengepul". Sedangkan OpenJDK berupa "makhluk hitam putih yang aneh".

Pada menu Asiafone Links, terlihat logo OpenJDK pada Java dan Java Settings bukan logo Java yang proprietary. Maka dari itu tidak semua aplikasi basis Java bisa diinstall pada ponsel ini. Untungnya Opera Mini 4.2 bisa diinstall dengan baik walau saya "menabrak" pakem yang ditetapkan dari vendor.

Segera download
aplikasi Opera Mini 4.2 pada situs resmi dan install pada bagian SD Card Game (bukan pada Phonebook). File terdownload berekstensi jad, akronim dari Java Decompiler. Setelah berhasil kita bisa segera menggunakannya. Namun Opera Mini 4.2 tidak berada pada tempat umumnya.

Masuk ke menu utama Asiafone - Asiafone Links - Java - SD Card Game - Opera Mini. Selesai.
Maka Opera Mini 4.2 akan segera aktif untuk pertama kalinya (biasanya platform Java sangat lama untuk loading apapun) dan akan dibutuhkan beberapa aksi untuk tindakan pengamanan, seperti pencet sembarang tombol untuk mengaktifkan fitur encryption (pengkodean).

Yang jadi pertanyaan berikutnya, apakah tindakan ini mengugurkan aransi dari vendor ?
Mengingat Opera Mini 3.1.1 yang disertakan sebenarnya sudah teramat jadul dan tidak stabil sepanjang saya operasikan.

Lalu adakah yang mengetahui cara mengganti versi OpenJDK menjadi Java pada ponsel ini ?
Apa saja dampak penggantian tersebut ?
Ada yang bisa menjawab ?