Keunikan virus lokal ini adalah :
- menyembunyikan file asli dan menimbulkan file palsu yang menjadi pemicu penyebaran virus;
- rata-rata akan memenuhi ruang harddisk kita, sehingga penuh sesak tanpa bisa dihindari;
- sangat jarang virus lokal yang merusak hardware seperti halnya virus international.
Karena aplikasi tersebut tidak mampu menimbulkan kembali file asli, sedangkan file asli tersebut yang kita butuhkan.
Solusinya ?
Gunakan antivirus lokal yang terbukti ketangguhannya, seperti PCMAV dan Norman.
Untuk anti virus internasional, saya merekomendasikan Avira AntiVir, dibanding Avast dan AVG (sorry no offense).
Sebab saya lebih memilih Avira AntiVir karena lebih user friendly kepada seluruh pengguna, diantaranya pembaharuan lisensi per semester serta update search engine yang menyatu dengan file update (tanpa download aplikasi terbaru).
Berikut aplikasi yang ada di komputer saya (tentunya tidak di GNU/Linux) untuk berjaga-jaga:
- Avira AntiVir (aplikasi pembasmi virus - worm - trojan);
- Advanced Windows Care atau AWC (aplikasi pembersih worm - spyware dan memperbaiki registry Windows serta mempercepat kinerja OS);
- Zone Alarm (aplikasi firewall, ini digunakan bila terdeteksi jaringan kantor sangat gencar virus yang berlalu lalang);
- Mozilla Firefox (aplikasi web browser yang memiliki teknologi anti phising).

9 komentar:
ngak mudeng ngak mudeng
aku mateng pincuke aja deh
kenapa nggak pake linuux aja? ga ada virus loh, lebih tangguh lagi! :P
hmmm saya kalo di windows pakenya avast aja yg gratisan.terbukti tangguh dan nggak berat. avg? big no! (no offense) berat n ga handal. untuk lokal PCMAV sama ansav, ampuh.
o iya setau saya norman itu bukan produk indonesia loh, cuma dia di distribusikan oleh vaksin.com, dari marketingnya yg serba indonesia itu jadi timbul image kalo norman itu seolah2 produk lokal. padahal aslinya dari norway. nggak percaya? coba cek ini deh http://en.wikipedia.org/wiki/Norman_ASA
@ hielmy
Saya memang pengguna GNU/Linux, dan distro yang diguanakan adalah Racix 3 Jamu Pegel Linux.
Kalaupun terpaksa menggunakan Windows, itu ada beberapa aplikasi khusus yang hanya tersedia basis windows.
Saya tidak tertarik meng-install Windows dengan bantuan Virtualbox, karena cdnya pasti bajakan.
Aplikasi yang saya rekomendasikan pada artikel ini, karena terbukti "manjur" untuk masaah yang banyak dihadapi oleh rekan kantor.
@radin,
bagaimana anda bisa menjamin kalau memakai virtualbox itu adalah CD bajakan? emang yang asli nggak bisa ya? saya rasa bisa aja. munkin yang ada itu bukan nggak bisa, tapi nggak boleh. soalnya saya pernah denger ada ada produk microsoft (lupa windows apa dan versi apa) yang tidak boleh di virtualisasi. tapi kalo masalah CD asli? ya cuma orang yg install yang tau, orang lain nggak bisa judge gitu aja.
@ mie
thank's atas infonya.
Mengenai cd bajakan, ini murni dari "persediaan" yang ada pada saya. Jadi, saya tidak meng-generalisasikan untuk seluruh pengguna OS Windows melalui Virtualbox.
Kalaupun pengguna lain yang memiliki cd windows genuine dan berniat menggunakannya pada Virtualbox, kita harus cermat membaca EULA (End User License Agreement) Microsoft. Apakah diperbolehkan atau tidak (dan saya tergolong yang tidak memperhatikan ini, hehehe...)
tukeran link ya... saya dah add blog kamu duluan. terima kasih
@ pranajayas
OK, mas. Aku add link mu di bookmark-ku.
Begitu aku berkunjung, jadi minder euy.
Your english very fluently.
Ada referensi untuk mengambil installer Deep Freeze yang aman dari infeksi virus? Atau mungkin ada file yang bisa dibagi, berikut dengan tutorial penggunaannya?
Thanks...
@ sapimoto (ini maverick, bukan ?)
Setelah coba googling, deep freeze merupakan aplikasi komersil. Alias shareware. Dan saya tidak menemukan aplikasi sejenis yang bersifat freeware.
Kecuali aplikasi "beku" untuk Ubuntu (deb).
Klo saya menyarankan, gunakan saja fitur restore pada Windows (walau tidak sebagus Deep Freeze).
Poskan Komentar