Siapa suwung ????
Silakan saja berkunjung ke blog disini.
Justru saya kenal ni makhluk sewaktu touring seluruh pegawai Bandung-Cimahi ke Pelabuhan Ratu, kira-kira tahun 2006. Seluruhnya menggunakan motor yang biasa ditunggangi atau tunggangan simpanan. Hehehe... bukan konotasi negatif, lho.
Pertemuan pertama kali, ya sewaktu pengen sama-sama dipijet.
Eits.... bukan konotasi negatif lagi, lho. Suer !!!
Yang namanya perjalanan panjang menggunakan motor, sungguh membuat pinggang pegal. Apalagi klo motornya yang biasa ditunggangi setiap hari, bukan motor touring. Sungguh getaran mesin cepat membuat badan lelah.
Begitu ngobrol ngalor ngidul, dimana didominasi oleh tawa, kesimpulan gue, suwung ini otaknya sudah slak alias mengandung bad sector. Kekekekekek....
Dia itu gak jelas ekspresi wajahnya, apa sedang sedih atau gembira. Yang jelas obrolannya bikin sakit perut. Kebanyakan ketawa.
Dia sendiri bilang, "Aku ini sedang serius."
Jawaban gue, "Sorry, mas. Gue gak tahu klo elo ngomong serius. Habis muka sampean lucu banget klo lagi sedih."
Hehehe...
Sewaktu pulang menuju Bandung, klo gak salah hari Minggu dan hujan deras sepanjang perjalanan. Begitu sampe Cianjur (tempat kerja suwung sebelumnya), dia dipercaya memimpin jalan menuju Bandung.
Karena tidak ada koordinasi yang baik, Sang Pemimpin (dalam hal ini suwung), ditinggal oleh rombongan karena para peserta ingin beli oleh-oleh khas Cianjur. Apalagi klo bukan Asinan Cianjur dan Moci.
Suwung kelimpungan. Hehehe...
Lalu kejadian di jalan menuju Rajamandala dan setelahnya (Padalarang).
Motor Sang Pemimpin ini, suwung, tidak memiliki speedometer dan edometer.
Bukan karena motor jenis baru. Tapi memang sudah dipreteli.
Untuk urusan mesinnya, mumpuni lah.
Karena gak punya speedometer itulah, kali ini suwung meninggalkan rombongan, sendirian melaju. Perasaan dia, kecepatan sih biasa-biasa. Tapi bagi rombongan, buset dah... 110 KM/JAM !!!
Itu cuma sekelumit kisah gue dan suwung.
diriku (soewoeng) kembali bertugas
1 jam yang lalu
