Sekarang pukul 20.41 WIB, tanggal 4 April 2009.
Lima hari lagi, seluruh rakyat Indonesia (kecuali NTT yang diundur pelaksanannya) akan mengikuti perhelatan akbar untuk kelangsungan berbangsa dan bernegara. Yaitu PEMILU (Pemilihan Umum).
Biasanya, seminggu menjelang PEMILU, saya sudah menerima Kartu Peserta Pemilih. Kartu tersebut saya terima sejak tahun 1999 (setahun setelah Presiden Soeharto lengser, dan Presiden BJ Habiebie yang meneruskannya). Usut punya usut, ini juga terkait dengan “bobroknya” data kependudukan yang ada. Gampangnya, data KTP (Kartu Tanda Penduduk).
Kelemahan data kependudukan ini sangat vital dan bersifat strategis. Kalau tidak diusut tuntas, sampai kapanpun kita tidak mengetahui berapa jumlah penduduk ini pastinya. Bahkan, untuk urusan statistik yang terkait dengan PEMILU-Pilkada-BLT, akan terus muncul ketidakberesan.
Menurut hemat saya, PEMILU kali ini, sangat penuh tantangan. Padahal KPU sendiri keberadaannya sudah lebih dari 10 tahun. Setidaknya pengalaman 2 kali PEMILU sebelumnya bisa menjadi cerminan akan PEMILU kali ini. Tapi kenapa tidak terasa lebih lancar, ya ?????
Jangan sampai pelaksanaan PEMILU diundur !
Malam ini, salah satu Saudara saya sedang melakukan kampanye akbar di daerah Lampung.
Saudara saya tersebut berasal dari Partai Amanat Nasional (PAN), dan menjadi kandidat DPR RI, dengan nomor urut 7. Saudara saya tersebut bernama Johansyah Djamal (bukan turut sebagai simpatisan, lho).
Justeru saya ingin mengingatkan, untuk menjadi wakil rakyat, sangat berat menjaga amanat. Amanat ini akan dimintakan pertanggungjawaban dihadapan Sang Pencipta, Allah Subhanallahu Wa Ta'ala. Selama ini, saya sangat tidak simpatik terhadap wakil rakyat yang menjadikan jabatan ini sebagai PENCARIAN PENGHASILAN !!!
Hanya dengan duduk diam, hingga tertidur di kursi rapat yang empuk, para Anggota Dewan Yang Terhormat bisa menikmati fasilitas dari negara dengan nominal yang sangat besar. Memperoleh Rumah Dinas, Mobil Dinas, Tunjangan, dan sebagainya. JANGAN PERNAH TERBERSIT UNTUK MELAKUKAN KORUPSI !!!
Bangsa ini sangat butuh perwakilan yang sangat peduli dengan kebutuhan rakyatnya, dan menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang besar (bukan hanya sebagai bangsa yang memiliki penduduk yang besar jumlahnya) dalam arti sesungguhnya. Cukup sudah bangsa ini diobok-obok oleh bangsa yang mendiktekan kehendak mereka untuk kepentingan bangsa asing (lihat saja Kasus Freeport !!!).
Cukup sudah bangsa ini dihisap habis kekayaan alamnya, bahkan batas negara pun dibuat menjadi kabur. Padahal, batas negara ini membuktikan kedaulatan dari suatu hak seluruh rakyat yang dikelola oleh Pemerintah.
Cukup sudah bangsa ini melakukan ekspor Pahlawan Devisa (kalau tidak ingin dibilang TKI !!!) namun perlakuan dari bangsa ini dan majikannya begitu rendah.
Cukup sudah bangsa ini memelihara aparat negara yang tidak bekerja secara profesional. Hanya memakan gaji buta tapi tidak benar dalam bekerja (alias sering bolos dan terlambat datang).
Cukup sudah bangsa ini memelihara para Hakim dan Jaksa yang bermental Korup (istilahnya Mafia Peradilan). Padahal mereka membawa wewenang Keadilan dari Sang Pencipta Yang Maha Adil. Dan saya tidak bisa membayangkan siksaan yang akan mereka terima di akhirat kelak.
Masa depan bangsa ini memang ada di tangan kita. Jangan sampai salah memilih.
Maju Bangsaku !!!

2 komentar:
lho kok bisa bos? bukanya dari dulu dibandung? apa tidak terdata?
Kemarin baru dapet kartu (tepatnya bukan kartu, tapi secarik kertas) selepas Isteri pulang arisan.
Asli, pemilu kali ini lambat segalanya. Termasuk perubahan jadwal yang kelewat kacau.
Poskan Komentar