Latar belakang dari penulisan ini karena pengalaman saya sewaktu melakukan update aplikasi OpenOffice.org. Ternyata update OpenOffice.org tidak sama dengan update Microsoft Office (apapun versinya).
Pada Microsoft Office, update aplikasi bisa dilakukan dengan hanya mengunduh patch (tambalan) yang biasanya berukuran kecil. Kalaupun besarnya patch melebihi ukuran biasa, pada kenyataannya tergabung pada service pack (sp).
Bagaimana dengan OpenOffice.org ?
Untuk setiap update OpenOffice.org, ternyata selalu tergabung dalam ukuran yang besar. Sebagai contoh peningkatan versi dari 3.0, lalu meningkat 3.0.1 – 3.0.2 – 3.0.3 hingga update mayor ke versi 3.1. Setiap keperluan update 3.0 ke 3.0.1 – 3.0.2 – 3.0.2, kita diharuskan mengunduh file dalam ukuran lumayan besar, mencapai puluhan Mb (untuk versi Windows). Kalau kita mengunduh OxygenOffice, besarnya file mencapai ratusan Mb (sama seperti ukuran installer Microsoft Office).
Jadi untuk setiap peningkatan versi untuk update minor saja, kita membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit (mengingat koneksi internet di Indonesia yang terbatas dan biaya pulsa yang masih mahal). Apalagi untuk kepentingan update mayor (dari versi 1 ke versi 2 hingga versi 3 dan seterusnya).
Apakah hal ini membuat saya tidak menggunakan OpenOffice.org ?
Salah besar !
Saya tetap menggunakan OpenOffice.org (pada Ubuntu 8.10 dan OxygenOffice pada Windows), walau untuk melakukan update aplikasi memerlukan perjuangan terbesar pada faktor waktu dan biaya. Memang sih, selain mengunduh pada situs resminya kita bisa melakukan pemutakhiran aplikasi tersebut melalui cara offline yaitu membeli majalah atau tabloid komputer yang menyediakan cd atau dvd bonus, dimana aplikasi OpenOffice.org tersedia di dalamnya.
Atau kita bisa meminta tolong teman yang memiliki keleluasaan penggunaan internet dan memiliki kecepatan akses di atas rata-rata untuk turut nimbrung mengunduhnya.
Yang paling penting adalah seberapa besar produktivitas kita atas penggunaan aplikasi tersebut selama ini. Kalaupun memang pemutakhiran aplikasi tidak dilakukan secara rutin tapi seluruh pekerjaan beres seluruhnya, ya sudah, kenapa harus dipusingkan ?
Tapi saya juga tidak memungkiri bahwa pemutakhiran sangat penting dilakukan, karena dengan adanya pemutakhiran tersebut segala perbaikan dan penambahan fitur (walau tidak digunakan pada keseharian) dilakukan oleh produsen untuk meningkatkan kinerja OpenOffice.
Andai saja OpenOffice Menyediakan Fasilitas Update Minor layaknya Microsoft Office.
diriku (soewoeng) kembali bertugas
1 jam yang lalu

0 komentar:
Poskan Komentar